×
Majelis Wali Amanat
Majelis Wali Amanat
MAJELIS WALI AMANAT
Majelis Wali Amanat (MWA) adalah organ UNAND yang menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanakan pengawasan di bidang nonakademik.
MWA mempunyai tugas dan wewenang:
Menyetujui usul perubahan Statuta UNAND,
Menetapkan kebijakan umum nonakademik UNAND,
Menetapkan rencana induk pengembangan, rencana strategis, dan rencana kerja dan anggaran tahunan,
Menetapkan norma dan tolok ukur kinerja UNAND bersama SAU,
Menetapkan tata cara investasi, kegiatan usaha, dan pengawasan investasi dan kegiatan usaha,
Melakukan penilaian tahunan atas kinerja Rektor,
Mengangkat dan memberhentikan Rektor,
Mengangkat dan memberhentikan ketua dan anggota KA,
Mengangkat dan memberhentikan anggota kehormatan MWA,
Melaksanakan pengawasan dan pengendalian umum atas pengelolaan nonakademik UNAND,
Membina jejaring dengan institusi dan/atau individu di luar UNAND,
Memberikan pertimbangan dan pengawasan dalam rangka
Mengembangkan kekayaan dan menjaga kesehatan keuangan UNAND,
Membuat keputusan tertinggi terhadap permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh Rektor dan/atau SAU, dan menyusun dan
Menyampaikan laporan tahunan kepada Menteri bersama Rektor.
WEBSITE MAJELIS WALI AMANAT
Website(https://mwa.unand.ac.id/)
Struktur MWA Universitas Andalas
Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, MT
Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, MT
(Ketua MWA Universitas Andalas)
Prof. Dr. Eng. Ir. Febrian Anas Ismail, MT., lahir di Medan pada 21 Februari 1963, adalah seorang dosen Teknik Sipil di Universitas Andalas. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1987 dan melanjutkan studi S2 di institusi yang sama, meraih gelar Magister Teknik pada tahun 1993. Pada tahun 1997, beliau memperoleh gelar doktor (S3) dalam bidang Teknik Sipil dari Yokohama National University, Jepang. Dengan latar belakang akademis yang kuat, beliau menjadi salah satu pakar di bidang kontruksi dan struktur.
Karier akademis beliau di Universitas Andalas dimulai dengan menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Teknik dari tahun 1997 hingga 2000. Selanjutnya, beliau dipercaya sebagai Dekan Fakultas Teknik dari tahun 2004 hingga 2008. Setelah itu, beliau diangkat sebagai Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Andalas pada periode 2008-2010, yang mencerminkan komitmennya terhadap penelitian dan pengembangan di bidang mitigasi bencana.
Dari tahun 2010 hingga 2016, beliau menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Andalas, sebelum dilantik sebagai Pelaksana Tugas Rektor Universitas Andalas dari Juni hingga Oktober 2011. Dalam berbagai perannya, beliau berfokus pada pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan universitas. Saat ini, beliau juga aktif sebagai pakar mitigasi bencana, khususnya dalam pengembangan bangunan yang aman terhadap gempa, berkontribusi pada upaya meningkatkan ketahanan infrastruktur di Indonesia.
Dengan dedikasi yang tinggi dalam bidang akademik dan penelitian, Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, MT., terus berperan penting dalam memajukan pendidikan teknik sipil serta mitigasi bencana di Indonesia, menjadikannya sosok yang berpengaruh di Universitas Andalas dan dalam komunitas akademis yang lebih luas.
Prof. Dr. H. Asrinaldi, S.Sos, M. Si
Prof. Dr. H. Asrinaldi, S.Sos, M. Si
(Wakil Ketua MWA Universitas Andalas)
Prof. Dr. Asrinaldi, S.Sos., M.Si, lahir di Solok pada 13 September 1973. Beliau adalah seorang akademisi terkemuka di bidang Ilmu Politik dan saat ini menjabat sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana di Universitas Riau pada tahun 1997, dilanjutkan dengan meraih gelar Magister di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000, dan gelar Doktor dari Universiti Kebangsaan Malaysia pada tahun 2011. Pada 1 Oktober 2022, beliau diangkat sebagai Guru Besar, menjadikannya profesor politik pertama di Sumatera Barat, suatu pencapaian yang membanggakan di tengah banyaknya tokoh politik nasional dari daerah ini.
Sebagai seorang akademisi dan pengamat politik, beliau aktif berkontribusi dalam berbagai isu politik melalui tulisan-tulisan ilmiah dan partisipasinya dalam forum-forum diskusi. Keterlibatan beliau dalam media massa sebagai penulis dan narasumber membuatnya dikenal luas di kalangan masyarakat Sumatera Barat. Pengalaman dan keahlian beliau dalam bidang politik juga membuatnya sering dipercaya menjadi anggota panitia seleksi calon anggota KPU serta lembaga lain yang berkaitan dengan politik. Selain itu, komitmen beliau terhadap pengembangan ilmu politik tercermin dalam perannya sebagai peneliti di lembaga Spektrum Politika dan sebagai konsultan politik.
Dalam perjalanan kariernya, beliau telah menjabat di berbagai posisi strategis di FISIP Universitas Andalas, termasuk sebagai Plt. Ketua Program Doktor Studi Kebijakan dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan. Pengalaman dan kontribusi beliau dalam berbagai posisi ini menunjukkan dedikasi dan komitmennya yang tinggi terhadap pengembangan ilmu politik di Indonesia.
Saat ini, beliau juga terlibat dalam organisasi profesi sebagai anggota Majelis Wali Amanat Universitas Andalas untuk periode 2021–2026, serta menjadi Dewan Pengawas di Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) periode 2022-2025. Dengan berbagai pengalaman dan kontribusinya, Prof. Asrinaldi telah diakui sebagai pakar politik yang berpengalaman dan berdedikasi tinggi, serta berkomitmen dalam pengembangan ilmu politik di Indonesia.
Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi
Dr.Ir. Munzir Busniah, MSi
(Sekretaris MWA Universitas Andalas)
Dr. Ir. Munzir Busniah, MSi. Datuak Putiah Diguruah, lahir di Kubang, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat pada 8 Juni 1964. Beliau meraih gelar Insinyur (Ir.) di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada tahun 1987. Kemudian, beliau melanjutkan studi dan mendapatkan gelar Magister Sains (M.Si.) dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1995, serta gelar Doktor (Dr.) dari Program Pascasarjana Universitas Andalas pada tahun 2010. Sejak tahun 2000, beliau diangkat menjadi Datuk oleh kaumnya, Suku Payabadar Nagari Kubang, dengan gelar Datuk Putiah Diguruah. Sejak tahun 1988, beliau menjabat sebagai dosen tetap di Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Pada tahun 2007 hingga 2015, beliau dipercaya sebagai Kepala Entrepreneurship Center, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kewirausahaan di Universitas Andalas. Selanjutnya, beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian dari tahun 2017 hingga 2021. Saat ini, beliau juga merupakan anggota Majelis Wali Amanat Universitas Andalas untuk periode 2021–2026. Di luar perannya sebagai akademisi, beliau aktif terlibat dalam berbagai organisasi dan lembaga di tingkat lokal maupun nasional. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia Cabang Padang pada tahun 2001-2005, dan menjadi Anggota Panitia Nasional SNMPTN serta SBMPTN pada tahun 2015-2016. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian dan Sekretaris Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian se-Indonesia pada tahun 2019-2021. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kopi Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dan berbagai posisi penting lainnya di lembaga-lembaga pertanian. Prof. Munzir Busniah juga dikenal sebagai penulis produktif, dengan karya-karya yang mencakup buku "Ilmu Penyakit Tumbuhan" (terjemahan, 1995) dan "Entomologi" (2005), serta banyak artikel di media cetak yang berkaitan dengan pertanian, kewirausahaan, dan pendidikan tinggi. Beliau menikah dengan Ir. Verindra pada tahun 1992 dan dikaruniai empat orang anak, yang mencerminkan dedikasi beliau tidak hanya dalam profesi tetapi juga dalam keluarga.
Dony Oskaria
Dony Oskaria
(Wakil MWA UNAND dari Unsur Masyarakat)
Dony Oskaria lahir di Tanjung Alam(https://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Alam,_Tanjung_Baru,_Tanah_Datar), Tanah Datar(https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_Datar), Sumatera Barat(https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Barat) pada tahun 1969. Setelah menempuh pendidikan dasarnya di kampung halaman, ia kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di Padang(https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang) dan kemudian Jakarta(https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Jakarta).
Dony sempat kuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Andalas(https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Andalas), Padang. Namun karena kurang cocok di jurusan tersebut, ia lalu pindah ke Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran(https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Padjadjaran). Ia menyelesaikan program Magister Administrasi Bisnis pada tahun 2009 di The Asian Institute of Management, Filipina.
Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sejak 8 Oktober 2025, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 109/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara, yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia. Saat ini, Dony juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Doni sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN, berdasarkan Surat Penunjukan Wakil Menteri BUMN untuk Melaksanakan Tugas Menteri BUMN Nomor B-20/M/S/AN.00.03/09/2025 sejak 17 September 2025.
Sebelumnya, Ia juga dipercaya sebagai Wakil Menteri BUMN melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73/M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.
Dony juga dikenal berperan penting dalam transformasi sektor pariwisata Indonesia saat menjabat sebagai Direktur Utama InJourney pada periode 2021–2024.
Ia juga pernah menjabat sebagai CEO Hospitality & Entertainment CT Corp, Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), serta Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Prim Haryadi
Prim Haryadi
Dr. Prim Haryadi, SH, MH
(Wakil MWA UNAND dari Unsur Masyarakat)
Prim Haryadi merupakan pria kelahiran Bengkalis, 25 Maret 1963. Hakim yang telah melanglang buana ke seluruh pelosok Indonesia dalam melaksanakan tugas sebagai pengadil ini dilantik menjadi hakim agung pada 19 Oktober 2021. Sebelumnya, ia merupakan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) pada 2019-2021.
Hakim yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) ini menyelesaikan pendidikan strata satu di Universitas Andalas, Strata dua Universitas Indonesia, dan strata tiganya di Universitas Andalas.
Prim memulai karir hakimnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada 1988-1992 sebagai calon hakim. Selanjutnya ia berpindah-pindah dari satu PN ke PN lain sebagai hakim, di antaranya ke PN kotabumi (1992-1997), PN Metro (1997-1999), dan PN Tangerang (1999-2002).
Selanjutnya pada 2002-2005, Prim melanjutkan karirnya sebagai hakim yustisial di Mahkamah Agung. Karena kredibilitas dan kapabilitasnya, Prim dipercaya sebagai pimpinan pada pengadilan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bangkinan (2005-2007), Ketua PN Bangkinang (2007-2008), Wakil Ketua PN Depok (2010-2011), Ketua PN Depok (2011-2013), Wakil Ketua PN Jakarta Barat (2013-2015), Ketua PN Denpasar (2015-2016), Ketua PN Jakarta Selatan (2016-2017), dan sebagai Hakim Tinggi Pekanbaru (2017-2019). Sebelum menjadi Dirjen Badilum (2019-2021), Prim dipercaya sebagai Panitera Muda Perdata kepaniteraan Mahkamah Agung (2017-2019).
Oki Muraza
Dr. Oki Muraza, ST, MSc, IPU
Dr. Oki Muraza, ST, MSc, IPU
(Wakil MWA UNAND dari Unsur Masyarakat)
Oki Muraza resmi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Pertamina yang baru. Ia merupakan alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-4 dan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Namanya cukup dikenal di kalangan profesional industri migas, terutama karena kontribusi-nya di bidang teknologi energi. Sosok Oki tak asing dalam lingkup riset dan pengembangan energi.
Ia pernah masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Universitas Stanford, Amerika Serikat, berkat keahliannya dalam teknologi katalisis cracking proses penting dalam mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar dan produk petrokimia.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor energi, Oki telah memegang berbagai posisi strategis sebelum menduduki kursi Wakil Dirut Pertamina. Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Senior Vice President of Technology Innovation di Pertamina selama periode 2021–2025.
Tak hanya aktif di dalam negeri, Oki juga berkontribusi dalam forum global. Ia tercatat sebagai Deputy Co-Chair untuk Taskforce on Energy, Climate Change and Resource Efficiency (ECCRE) dalam ajang B20 India tahun 2023. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Policy Manager di Taskforce Energy, Sustainability & Climate untuk B20 Indonesia pada 2021–2022.
Dalam dunia akademik, Oki memiliki rekam jejak yang panjang. Ia sempat menjadi Associate Editor di jurnal Frontiers in Energy Research (2017–2021) serta mengajar sebagai Associate Professor di bidang Teknik Kimia di King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Arab Saudi, selama lebih dari satu dekade (2010–2021).
Dari sisi pendidikan, setelah lulus dari ITB (1996–2001), Oki melanjutkan studi magister di Technische Universiteit Delft (TU Delft), Belanda, pada 2002–2004, dan kemudian meraih gelar doktor (PhD) dalam Teknik Kimia dari Technische Universiteit Eindhoven (TU Eindhoven) pada 2004–2009.
Dengan kombinasi latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman profesional yang luas, Oki Muraza dipandang sebagai sosok yang tepat untuk mendorong inovasi serta memperkuat posisi Pertamina di tengah dinamika global sektor energi.
Kehadirannya di jajaran pimpinan diharapkan mampu mempercepat transformasi bisnis perusahaan, khususnya dalam menghadapi tantangan transisi energi.
Prof. Brian Yuliarto, Ph. D
Prof. Brian Yuliarto, Ph. D
Prof. Brian Yuliarto, Ph. D
(Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)
Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., adalah seorang akademisi, peneliti, dan pemimpin pendidikan tinggi yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sejak 19 Februari 2025. Dengan pengalaman luas di bidang riset, inovasi, dan manajemen institusi pendidikan tinggi, beliau memiliki visi untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia, meningkatkan ekosistem penelitian, serta mendorong hilirisasi teknologi berbasis inovasi.
Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1975, Prof. Brian menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (S.T. Teknik Fisika, 1999) dan melanjutkan studi di The University of Tokyo, Jepang, dengan meraih gelar M.Eng. (2002) serta Ph.D. (2005) dalam bidang Quantum Engineering and Systems Science. Kepakarannya dalam nanomaterial untuk aplikasi biosensor, energi, dan solar PV telah menjadikannya salah satu ilmuwan terkemuka di Indonesia.
Sebelum menjabat sebagai Menteri, Prof. Brian memiliki rekam jejak panjang dalam manajemen pendidikan tinggi. Beliau dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi di Institut Teknologi Bandung (2025), di mana ia berperan dalam penguatan strategi riset dan kolaborasi internasional. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB (2020-2025), mengawal berbagai program akademik dan pengembangan kurikulum berbasis industri 4.0.
Selain itu, Prof. Brian pernah menjadi Kepala Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB (2018-2020), di mana ia mendorong berbagai penelitian unggulan yang berdampak luas. Dalam peran ini, ia berhasil membangun sinergi antara akademisi, sektor swasta, dan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi.
Secara karier personal, kolaborasi riset internasional juga telah dibangunnya dengan kuat dengan menjadi Visiting Professor di berbagai institusi ternama seperti University of Tsukuba, UC Berkeley, Queensland University, Nagoya University, dan KAUST.
Sebagai seorang peneliti, Prof. Brian telah menerbitkan lebih dari 343 makalah ilmiah yang terindeks Scopus dengan lebih dari 6043 sitasi dan H-index 40. Prestasinya diakui secara internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi. Salah satu pencapaian paling prestisius adalah Habibie Prize 2024 dalam bidang rekayasa, sebuah penghargaan yang dikenal sebagai simbol pencapaian tertinggi bagi ilmuwan dan insinyur di Indonesia. Selain itu, Prof. Brian juga dinobatkan sebagai Top 1 Researcher Nanoscience & Nanotechnology Indonesia.
Pengakuan lain datang dari ITB yang menobatkannya sebagai Dosen Berprestasi Bidang Sains dan Teknologi pada tahun 2017 dan Peneliti Terbaik ITB 2021. Lebih jauh, ia juga tercatat dalam daftar The World’s Top 2% Scientist oleh Stanford University selama tiga tahun berturut-turut (2022, 2023, 2024), menegaskan reputasinya sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia.
Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt
Dr. Efa Yonnedi, SE. MPPM, Akt
(Rektor Universitas Andalas)
Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt. lahir pada 2 mei 1972 di Nagari Jopang, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Beliau adalah seorang ekonom dan akademisi yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas untuk periode 2023-2028, terhitung sejak 20 November 2023. Sebelumnya, beliau memegang posisi sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas sejak tahun 2020. Dr. Efa Yonnedi menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas, meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1996 dan melanjutkan studi ke Universitas Monash Australia untuk mendapatkan gelar Master of Public Policy and Management pada tahun 2002. Beliau kemudian meraih gelar Doktor dari Universitas Manchester, Inggris, pada tahun 2007 dengan disertasi mengenai dampak privatisasi dan perubahan organisasi terhadap kinerja di Indonesia.
Karier akademik Dr. Efa Yonnedi dimulai pada tahun 1996 sebagai tenaga pengajar di Universitas Andalas. Selama perjalanan kariernya, beliau telah menjabat dalam berbagai posisi penting, termasuk Kepala Program Pendidikan Profesi Akuntansi dan Direktur Pusat Pengembangan Akuntansi di Fakultas Ekonomi. Pada tahun 2013, beliau terpilih sebagai Ketua Jurusan Akuntasi dan selanjutnya sebagai Ketua Senat Akademik Fakultas Ekonomi pada tahun 2017. Pada tahun 2020, beliau dilantik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis setelah memenangkan pemilihan dekan.
Sebagai seorang praktisi, Dr. Efa Yonnedi juga memiliki pengalaman sebagai konsultan paruh waktu untuk World Bank di Jakarta dari tahun 2010 hingga 2013. Beliau berkontribusi dalam berbagai lembaga, termasuk sebagai Komisaris Utama dan Ketua Komite Pemantau Risiko di Bank Nagari. Selain itu, beliau aktif di berbagai organisasi professional, termasuk sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Kota Padang dan Koordinator Regional Sumatera untuk Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Atas dedikasinya, Dr. Efa Yonnedi telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2018.
Komitmen dan kontribusi Dr. Efa Yonnedi dalam dunia pendidikan dan ekonomi, baik sebagai akademisi maupun praktisi, menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan rekan-rekanya. Melalui kepemimpinannya, beliau diharapkan dapat membawa Universitas Andalas menuju kemajuan yang lebih signifikan dalam bidang akademik dan penelitian.
Prof. Dr. Syafrizal Sy.
Prof. Dr. Syafrizal Sy.
(Ketua Senat Universitas Andalas)
Prof. Dr. Syafrizal Sy lahir di Pekanbaru pada tanggal 7 Agustus 1967. Beliau menempuh pendidikan di SMAN 1 Pekanbaru dan lulus pada tahun 1986. Selanjutnya, beliau melanjutkan studi di Universitas Riau, mengambil jurusan Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1992. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Magister Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung, lulus pada tahun 2003, dan kemudian meraih gelar Doktor Matematika di institusi yang sama pada tahun 2009.
Sejak tahun 1993, Prof. Dr. Syafrizal Sy aktif sebagai dosen Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. Pada tahun 2013, beliau diangkat sebagai Profesor (Guru Besar) di bidang Matematika. Dalam kapasitas akademiknya, beliau terlibat aktif dalam berbagai organisasi, termasuk di Masyarakat Matematika Kombinatorika Indonesia (InaCombS) dan Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS). Beliau pernah menjabat sebagai Gubernur Himpunan Matematika Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Tengah pada tahun 2014, dan kemudian menjadi Wakil Presiden I Bidang Organisasi dan Kerjasama di IndoMS pada tahun 2016.
Dalam dunia pendidikan, Prof. Dr. Syafrizal Sy juga berkontribusi pada Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Kementerian Pendidikan Nasional sejak tahun 2010, berperan sebagai juri dalam Olimpiade Matematika Perguruan Tingkat Tinggi Nasional (ON MIPA). Beliau juga menjadi Tim Ahli di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selama periode 2010 hingga 2019. Selain itu, beliau memiliki sejumlah pengalaman manjerial, termasuk sebagai Ketua Jurusan Matematika, Wakil Dekan I FMIPA, dan Dekan FMIPA Universitas Andalas, serta sebagai Wakil Rektor II Universitas Andalas. Saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Senat Akademik Universitas Andalas sejak tahun 2021, yang sekaligus menjadikannya anggota Majelis Wali Amanat Universitas Andalas.
Kiprah dan dedikasi Prof. Dr. Syafrizal Sy dalam dunia pendidikan dan matematika menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Melalui berbagai peran yang diembannya, beliau berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di lingkungan akademik, sekaligus memajukan disiplin ilmu matematika di tingkat nasional maupun Internasional.
Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE.MA
Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE.MA
(Wakil dari Guru Besar)
Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE, MA, lahir pada 29 November 1960 di Kubang, Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, adalah seorang ekonom Indonesia yang berpengaruh dalam bidang pendidikan dan pembangunan daerah. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand) pada tahun 1985, beliau melanjutkan pendidikan S-2 di Flinders University, Adelaide, Australia, hingga lulus pada tahun 1991. Kemudian, pada tahun 2005, beliau meraih gelar PhD dari Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, serta mengikuti pelatihan di Georgia State University pada tahun 2000.
Karier akademik beliau dimulai ketika menjabat sebagai Sekretaris Pembantu Rektor II pada periode 2006-2001. Pada 21 November 2011, beliau dilantik sebagai Rektor Unand oleh Menteri Pendidikan Indonesia, Mohammad Nuh, dan memimpin lembaga tersebut November 2016. Selama masa jabatannya, beliau fokus pada pengembangan kualitas pendidikan dan penelitian di universitas, berupaya meningkatkan standar akademis dan relevansi program studi.
Setelah masa jabatannya sebagai rektor, beliau terpilih sebagai Ketua Senat Unand untuk periode 2021, menunjukkan komitmen yang berkelanjutan terhadap institusi pendidikan. Selain itu, pada tanggal 16 Januari 2018, beliau diangkat sebagai Komisaris PT Semen Padang, dan sempat menjabat sebagai Plt. Komisaris Utama dari Juni hingga Oktober 2018. Beliau juga aktif membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyusun dan mengevaluasi dokumen perencanaan pembangunan daerah serta menjadi anggota tim evaluasi kinerja pembangunan daerah dan nasional.
Dengan pengalaman yang luas di bidang ekonomi dan pendidikan, Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sumatera Barat, beliau terus berperan dalam memajukan pemikiran ekonomi di tingkat regional.
Prof. Dr. Ing. Mulyadi Bur
Prof. Dr. Ing. Mulyadi Bur
(Wakil dari Guru Besar)
Prof. Dr. Ing. Mulyadi Bur, lahir di Padang, 21 Agustus 1958, menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Strata Pertama, bidang Teknik Mesin (1985) dan pendidikan Pasca Sarjana Strata Kedua bidang Teknik Mesin (1988) dari Institut Teknologi Bandung. Tahun 1994 telah menyelesaikan pendidikan Doktor der Ingenieurwissenschaften (Dr.-Ing.) pada Institut für Leichtbau, RWTH Aachen. Diangkat menjadi Guru Besar dalam bidang ilmu Getaran Mekanik sejak 1 Agustus 2004. Pernah ditugaskan sebagai Dekan Fakultas Teknik tahun 2000-2004 dan ketua pengembangan dan pembangunan ICT-Unand (tahun 2005-2012) sebagai titik awal pengembangan sistem informasi secara menyeluruh di Universitas Andalas. Sebelumnya, tahun 1996-2000 telah ditugaskan sebagai Direktur LPIU-EEDP-ADB-1432 INO dalam rangka penyusunan program pengembangan dan pembangunan sarana prasarana serta sumber daya manusia Fakultas Teknik Universitas Andalas.
Dalam beberapa kesempatan pernah berkontribusi dalam Seminar “Karya Anak Bangsa untuk Indonesia Raya" di Balai Kartini Jakarta, 28 Agustus 2014 yang diselenggarakan oleh PT Semen Indonesia.